Sejarah Kuyang dan ciri ciri pelakunya

sejarah nyata kuyang dari kalimantan

Membuka Mata Batin dan Mengolahnya

Sejarah Kuyang

PEMALI menanjung wang luar pas senja , mungkin hal itulah yang mengandung makna bahwa wanita hamil dilarang untuk melakukan sesuatu atau berada di luar rumah, meskipun dalam keperluan yang mendesak. Bahkan perkataan itu sering diucapkan oleh para orang tua sejak dahulu . Hal tersebut terjadi, lantaran orang tua zaman dahulu tidak ingin anak atau sanak saudaranya menjadi sasaran kuyang. Bagaimana Kuyang melakukan aksinya dan mengetahui sasarannya yang dominan ibu hamil? Berikut ceritanya.

Menurut Bersi, warga yang memiliki banyak pengetahuan tentang Kuyang mengatakan, sosok Kuyang sebenarnya adalah seorang wanita biasa. Dia menjadi Kuyang karena sedang menuntut ilmu hitam dan untuk menyempurnakan ajaran yang dianutnya. Pemunculan kuyang pada siang hari memang tidak menyeramkan. Biasanya ditandai dengan pakaian jubah hitam. Namun jangan salah, ketika malam tiba-tiba maka sosok wanita ini akan berubah menjadi makhluk yang menyeramkan. Sehingga biasa di sebut Kuyang atau bahasa dayaknya uluh hantuen .

“Sosok hantu yang berkepala dengan badan berupa organ tubuh saja yang menempel pada kepala dan darah bercucuran dari tubuhnya. Kuyang akan terbang pada malam hari untuk mencari darah bayi dan mengambil darahnya sebagai pelengkap kesaktian yang dimilikinya. Bukan saja darah bayi, darah wanita hasil persalinan juga menjadi sasarannya. Kuyang akan menghisab darahnya hingga korban mati seketika,” ungkap wanita ini dengan menunjukan buluk kuduknya yang merinding.

Cara membuka Mata Ketiga sendiri
Cara merasakan energi orang lain
Manusia terlahir dengan kekuatan supranatural
Pendamping gaib manusia
Munculnya indera ke6 pada manusia biasa

Dia menuturkan, bagi orang yang sudah pernah melihat Kuyang, maka sosok ini digambarkan seperti burung besar yang sedang terbang diangkasa. “Untuk mengusir atau menghalau kuyang, dapat dilakukan dengan hanya menggunakan sapu lidi atau dengan memukul-mukul perabot rumah, seperti panci atau wajan. Maka sang kuyang tidak berani mendekat,” katanya.
Lebih lanjut ia menceritakan, untuk mencari sasarannya, biasanya ia berjalan-jalan pada siang hari sambil berpura-pura menjajakan barang dagangan. Sementara saat memangsa korban, ia tidak pandang bulu dengan usia janin dalam kandungan. Bahkan usia kandungan baru empat atau lima bulan, juga ikut diembat.
“Lebih seramnya, kuyang berpura-pura mengusap perut wanita hamil. Nah apabila itu terjadi, maka si wanita hamil harus balas mengusap perut si kuyang. Itulah cara melawan kuyang. Jalan terakhir yang akan ditempuh Kuyang adalah saat sang ibu akan melahirkan. Saat itu, ia akan berubah wujud menjadi seekor burung malam atau kucing,” kata Wanita tujuh orang anak.

“Menurut sejumlah masyarakat zaman dahulu bahwa sejarah kuyang dan ciri ciri pelakunya , orang yang bertatap mata secara langsung dengan kuyang, akan merasa kesulitan untuk melahirkan. Meski begitu, saat seseorang wanita tersebut hamil, atau mengandung, darah sang wanita tersebut berbau wangi atau harum. Yang lebih mengerikan, apabila kita memakan makanan hasil gigitannya yang didalamnya terdapat air liurnya, maka bisa menjadi kuyang. dan setiap menjilat darah korban, kuyang akan mengeluarkan lidah yang panjang dan menyantap darah tersebut. Sejarah Kuyang dan ciri ciri pelakunya

 sumber- ceriwis dan penambahan oleh sketsa gaib