Mengupas tentang TUYUL part1

Asalalamualaikum wr.wb

Salam jumpa kembali dengan sketsa gaib yang digawangi oleh saya sendri jalak paningal, kini ingin membahas mitos tuyul yang sedari dulu telah berkembang pesat dan mengalami banyak distorsi hingga menciptakan berbagai macam mitos mitos tentang asal usul dari tuyul tersebut dan yang sangat menyesatkan adalah ketika tuyul disebut sebut sebagai arwah atau ruh bayi yang meninggal atau sengaja dibunuh dan digunakan dengan tujuan tertentu yaitu pesugihan.
Sedang sekilas pesugihan adalah salah satu cara pintas oknum manusia yang putus harapan agar menjadi kaya raya dalam sekejap tanpa harus bekerja dan bersusah payah, pesugihan sendiri banyak jenisnya dari buto ijo, pacet ireng, pocong dan tuyul yang sangat populer ini.

tuyulNah sedangkan menurut hasil diskusi saya dengan beberapa praktisi dibidangnya sepakat bahwa tuyul bukanlah hasil dari arwah penasaran atau arwah ingon ingon(peliharan) dari bayi yang meninggal melainkan hanyalah perwujudan jenis jin dari ras tertentu yang mengambil wujud anak kecil dan diyakini juga bahwa ujud seperti ini ada dimana peradaban manusia ada meski diakui atau tidaknya itu terbebas dari kasus ini.

Sekilas tentang ketika manusia meninggal maka pemisahan pemisahan bagian tsb akan terjadi Ruh akan mencari jalan pulang, jiwa(kesadaran dan segala ilmu) akan melebur kembali ketanah/alam dan jiwalah yang kadang dimanfaatkan oleh jin untuk menyaru atau merupa rupa sosok untuk menjerumusjan manusia, dan pendamping gaibnya akan melayang layang mencari petunjuk/jalan agar bisa kembali tenang ke alamnya dan mulailah dari sini tercipta tuyul atas persekongkolan jin dengan dukun dan manusia manusia yang lemah kesadaranya.

(lanjut kepada part 2 sebab pembahasan masih berlanjut)

Bagikan artikel menarik ini
About mataketiga 205 Articles
seorang penggiat blog dan penyuka dunia spiritual yang mencurahkan pemikiran dalam blog, silahkan berkomentar dan jika ingin menyebarkan artikel ini dalam web atau blog pribadi harap sertakan link sumber yaitu mataketiga.com,.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*