Dua kali bunuh diri berujung kematian mengerikan

Cerita seram dalam mimpi| hallo mas dan mbak semuanya selamat pagi nih (soalnya saya nulisnya pagi) kali ini saya pengen nulis pengalaman mimpi seram tadi menjelang subuh saja yang membuat terbangun dengan rasa takut dan merinding padahal sesudah bangun tidur kok masih merinding ya, karena saking seramnya mimpi yang terlihat dan terasa begitu nyata hingga segala detail detailnya baik wajah, lokasi dan awal awalnya dan akan saya ceritakan kepada penikmat blog mataketiga.
Seperti biasa sesudah saya menulis dan publish artikel semalam disni tuh musim ujan jadi masih ujan agak deres dikit membuat saya ngantuk dan langsung matikan laptop lalu tidur tanpa berpikir apapun dahulu baik hantu, atau masalalu.. cerita seram dalam mimpi

Langsung mata terpejam dan tau tau sudah berada dalam sebuah acara kecil dan muram semacam meninggalkan goa batu tempat tinggal jaman dahulu dengan kain kain warna warni untuk alas tidur didepan goa kecil tadi ada dua anak yang satunya laki laki usia 4 tahunan satunya anak perenpuan berusia 2 tahun dan sedangkan saya posisinya menjadi penonton dibelakang mereka dan saya kira tidak disadari oleh emreka lagi pula ini mimpi pikirku.Ketika mereka menangis dan mulai menutup goa tersebut dengan batu batuan mereka berbicara entah kepada siapa namun jelas perkataan anak laki laki tersebut kira kira seperti ini ” sudahlah kakek, kami rela engkau pergi ke alam baka dan akan kujaga anakmu ini” lalu anak tadi menorehkan nama dibagian tanah keras dinding luar goa tadi dengan tulisan yang bisa aku ingat “widi” seperti itu bunyinya.

 

Dan ketika kedua anak itu mulai beranjak si anak laki laki tiba tiba bicara padaku “mari aku tunjukkan keluargaku dan seperti apa kisah hidupku selanjutnya”, lalu sekejap tanganku digandeng dan tiba tiba kami sudah berada dikampung saya sendiri dan lokasinya berada disamping kuburan tua yang dirawat oleh salah satu keluarganya teman kecil di kampung (padahal itu hanya seolah olah karena pada kenyataanya itu bukan kampungku mungkin ini ingatan si anak kecil tadi).

Anak laki laki kecil tadi menunjuk pada laki laki setengah baya yang aku tidak begitu kenal siapa namun dalam pikiranku seolah olah mengenal dia sebagai bapak temnaku dan lelaki itu bertanya padaku sedang mencari apa, “endak pak cuma lewat” jawabku smebari mengikuti anak kecil tadi yang masuk sebuah ruangan dalam rumah yang agak remag remang tersebut, dan anehnya seolah olah laki laki setengah baya tadi tidak melihat adanya anak kecil yang bersamaku pun aku juga tidak tau kemana perginya anak perempuan kecil yang diawal awal tadi..

 

Dalam ruangan tadi tiba tiba anak kecilnya hilang dan berganti seorang laki laki setengah baya berambut keriting yang sedang menahan tangis dengan menyandarkan kepala di tembok kamar sedang diluar seolah olah sedang ada perhelatan besar seperti semacam doa bersama atau pernikahan dan dengan memejamkan mata laki laki tadi membuat gerakan melintang di urat nadi lengan lalu lengan yang tersayat tadi dipakai untuk menggenggam sepotong besi pipih yang semacam silet dan diarahkan keatas agar darahnya mengucur deras.
Saat aku menjauh karena heran dan ketakutan tiba tiba darah menyembur dari nadinya membasahi tembok lalu orang itu terpejam dan kepalanya terkulai lemas dengan airmata masih menitik pela pelan, begitupun aku juga seolah olah terseret kebelakang lalu dibuat kaget sekali melihat ada dua tubuh laki laki yang sama persis hanya yang satunya hanyalah badan yang bersender ditembok yang sama dengan baju dan celana yang sama namun dengan cipratan darah yang lebih tak teratur sedang kepalanya berada didekat kakinya beralas bantal.

Tidak tau apa yang terjadi lagi tiba tiba aku sudah keluar dari kamar dan bertemu teman kecilku tadi didepan rumahnya dan bertanya bagaimana sudah bertemu orang yang mencari keluarga anak kecil tadi dan kujawab sudah tapi keluarganya kok seolah olah tidak kenal dan temanku tadi terdiam lalu semua menjadi abu abu samar seiring tumbuhnya kesadaran mulai akan terjaga dari mimpi, dan ketika aku kira sudah selesai mimpinya sebab sudah dalam kondisi setengah sadar seolah olah istriku bangun dengan setengah panik berkata bahwa kepala laki laki tadi masih berada beralas bantal penuh darah sambil menunjuk bantal yang memang ada disampingku saat terbangun, sontak aku langsung merinding dan membuatku terjaga melihat kanan kiri ternyata aku terbangun dan benar benar masih merinding seluruh badan lalu melihat handphone masih menunjukan pukul 04.00wib dan merasa beruntung itu hanya dalam mimpi jadi tidak ketakutan dan jerat jerit.

 

Lekas lekas aku bangun dan cuci muka lalu melanjutkan aktifitas pagi dan menyempatkan diri untuk menulis ingatan cerita seram dalam mimpi yang terekam jelas tadi dan apakah itu hanya mimpi bunga tidur atau memang ada yang meminta doa tentunya tidak ada salahnya saya mendoakan agar semua orang yang mati tidak wajar agar diberi pengampunan entah tersampaikan atau tidak namun semoga saja diberi keringanan pengampunan atas kesalahan mereka menjadi manusia dan memilih jalur yang salah atau mendapatkan hal diluar keinginan dan ketakutan menerima kehidupan sepahit apapun.
Nah begitulah cerita seram dalam mimpi yang tadi aku lalui dan terasa sangat nyata bahkan segala daetilnya dan objek apa saja yang ada dalam mimpi itu masih sangat bisa aku ceritakan lagi seharusnya, sekian dan mohon maaf jika ada yang kurang berkenan atau kurang tepat bahasanya, bisa komentar dikolom komentar atau silahkan kirim email ke jalakpaningal@gmail.com disitu juga bisa konsultasi masalah spiritual maupun masalah supranatural secara privacy dan cuma cuma tentunya bagi penikmat blog mataketiga. Cerita seram dalam mimpi

Rahayu
jalakpaningal

mataketiga-sketsa-gaib