Pemahaman tumbal menurut mistik jawa

fakta tumbal menurut ilmu jawa

fakta tumbal menurut ilmu jawa | Ketika kita mendengar kata tumbal pasti pikiran langsung memberi gamabran tentang korban manusia atau korban binatang *tumbal atau wadal untuk disajikan pada mahluk gaib penguasa suatu daerah, pesugihan dan semacamnya atau jika ada kemungkinan lain maka akan terbesit apa itu tumbal dan sebenarnya apa sih?

Meskipun pemahaman tersebut tidak keliru namun dalam artikel ini akan dibahas lebih mendalam tentang tumbal menilik sejarah menurut buku karangan Van Hien pada 1920 dan menjadi buku langka bahkan dalam perpustakaan belanda sekalipun karena suatu hal pada masa penjajahan jepang mulai masuk Indonesia, kembali pada artikel yang pada prinsipnya dituliskan bahwa tumbal adalah kumpulan beberapa jenis bahan khusus yang dijadikan semacam jimat yang dihuni oleh roh jahat yang angat kuat dan dengan mengucap mantra mantra tertentu maka roh jahat tersebut bsia dimintai tolong melalui perantara jimat (tumbal tersebut).
Dan untuk penggunaanya yaitu dengan cara menanam jimat tersebut di halaman rumah orang yang akan dijadikan target balas dendam atau niat jahat lainya, dan lokasi penanamanya sebisa mungkin diletakan dilokasi yang akan dilewati/dilangkahi oleh target.

Namun bukan hanya itu saja karena saat penanaman dan sebelum penanaman tentu ada ritual khusus dan membaca mantra mantra khusus semisal mantra tujuh laiyaran serta tujuh tenung yang dalam isinya mengungkapkan tentang balas dendam, seiring termakan jaman serta kurangnya budaya tulis menulis (hilang dan rusak serta faktor lain) maka mantra tujuh tenung itu hilang dan hanya menjadi cerita mulut ke mulut serta sulitnya menggubah bahasa bunyi bunyian dalam mantra tujuh tenung dan tujuh laiyaran tersebut.

fakta tumbal menurut ilmu jawa ke halaman 2