tumbal dalam pengertian jawa kuno

apa itu tumbal

Secara umum sendiri ada tujuh tatacara dalam penggunaan tmbal yang dikenal mungkin sampai sekarang, dan sebagai pengetahuan (tanpa memberikan mantra mantra dan ritual lengkapnya) maka untuk melengkapai artikel Apa Itu Tumbal  akan ditulis secara ringkas lima dari ketujuh caranya yaitu sebagai berikut :

fakta tumbal menurut ilmu jawa

1. Sebutir telur mentah yang masih segar ditusuk dengan tujuh jarum kasar, hal ini dibuats edemikian rupa agar orang yang dituju menjadi sakit sakitan dan setelahnya maka tumbal tersebut ditanam dalam lokasi huni target dengan membaca mantra membuat sakit beberapa kali sesuai nasihat dukun yang membuatnya.

2. Sebuah kantung bahan tertentu yang berisi telur segar dan ditusuk tujuh jarum kasar diletakan diatas gabah padi dan abu kayu tertentu, lalu agar dapat membuat sakit hingga meninggalnya korban harus disertai pembacaan mantra mantra khusus dan ritual khusus lainya.

3. Sebuah kantung bahan tertentu berisi gabah, abu dan tujuh ujung dari jarum kasar dipercaya mampu membuat korban gelisah sepanjang waktu, serta melakukan perbuatan yang diluar kesadaran orang tersebut dan tentunya saat menempatkan tumbal tersebut tidak asal taruh karena harus ritual dan membaca lain lagi agar berhasil.
Nila tumbal tersebut tidak segera dibuang atau diatasi maka orang yang dijadikan korban tersebut bsia mengalami penyakit serius berupa kelumpuhan pada anggota badan tertentu, dan ini sangat menyiksa korban dalam jangka waktu yang lama jika tidak ada yang sanggup mengatasi atau mengenalinya.

4. Sebuah kantung bahan tertentu berisi gabah, abu, tujuh jarum kasar dan tulang dari binatang semacam monyet namun menyerupai kucing digunakan untuk mengusir korban/target dari tempat dimana tumbal tersebut dikubur, dan dalam ritualnya serta mantra mantranya berhasil maka kejadiannya berlangsung tak lebih dari 35 hari maka target akan pindah/pergi tanpa paksaan siapapun.
Hal tersebut biasnaya digunakan para pemkaan tanah dan para pencuri tanah dan tujuan tujuan jahat lainya yang membutuhkan agar orang yang tinggal didalamnya segera pergi, hingga tanah rumahnya bisa dikuasai dengan tanpa perlawanan berarti.

5. Memasukan sebuah gangsa gamelan tua kedalam sumur pemilik rumah target agar pemilik rumahnya tidak lagi perduli dengan semua harta benda yang dimilikinya, bahkan jika berhasil pemilik rumah akan menjual rumah beserta isinya dengan harga dibawah kewajaran.
Semua itu bsia terjadi karena tumbal gangsa tersebut akan membawa dampak rumah menjadi sangat angker dan menghantui siapa saja yanga da dalam rumah tersebut, dalam melempar gangsa tersebut dibacakan juga mantra mantra sebanyak tiga kali dan dalam sejarah mistis jawa tumbal tersebut bernama melik hanggendong lali yang dimaksudkan dengan mengambil barang orang tanpa orangnya sadar jika barangnya diambil dan emmbuat tidak dicurigai siapapun.

 

Selain cara cara tersebut tentunya masih sangat banyak mantra mantra dan jenis jenis tumbal lainya dengan maksud yang beragam semisal memekai seekor ayam putih yang disembelih pada pagi hari dan dijemur pada siang hari lalu diapnggang diatas api kecil, dan direndam air tertentu apda malam harinya selama 7 hari berulang ulang.
Dalam pengerjaanya pun memakai mantra lain yang dikatakan adalah mantra hadah adi dan dibaca setiap harinya dengan hitungan tertentu, dan sesudah itu ayam dipotong potong dan dibuang ekarah arah tertentu sesuai jenis bagian mana potongan ayamnya, hal ini dimaksudkan agar target tubuhnya menjadi sakit seolah olah terobek robek dan setelahnyapun ada cara cara lanjutan penutupnya dengan mantra yang lain lagi.
Dikatakan tumbal diketahui akan bekerja sesudah barang yang dikerjakan mulai terlihat membusuk atau mengeras, permulaan membusuk atau mengerasnya tumbal tersebut adalah pertanda bahwa efek negatifnya telah bekerja pada target.

fakta tumbal menurut ilmu jawa ke halaman 3