Kisah Jin

kisah jin dalam sejarah
kisah jin sang perubah wujud

Kisah Jin

kisah jin dan eksistensinya dalam kehidupan manusia

Kisah Jin dan eksistensinya| Jin yang sebenarnya berasal dari kosakata Arab semenjak jaman para saudagar arab berjual beli dengan orang Nusantara (Indonesia) dan sampai seluk beluk lainya termasuk penyebaran agama, hingga lambat laun menyatu dan terserap dalam bahasa Indonesia menjadi jin ada pula yang memanggilnya jim, jim prewangan dan sebagainya dan jin sendiri juga disebut sebagai ras yang mampu merasuk dalam setiap sendi kehidupan manusia.

Secara etimologis kata Al-Jin berasal dari kata Jannah artinya bersembunyi. Dinamai al-Jin karena tersembunyi dari pandangan manusia, kata lain yang berasal dari kata jannah adalah junnah, artinya perisai, dinamai demikian karena menyembunyikan kepala prajurit yang memakainya; jannah artinya sorga atau taman, dinamai demikian karena taman tersembunyi oleh pohon-pohon yang rindang; janin artinya jabang bayi, dinamai demikian karena tersembunyi di dalam perut ibu (Al-Jazairy, tt, hal. 211).

Kisah jin hampir sangat bisa ditemui dalam kegiatan supranatural, magis dengan ritual dan tatacara tatacara masing masing daerah beserta nama dan julukan masing masing dan meski begitu jin sendiri tidak dapat benar benar dikendalikan atau dipercaya oleh manusia karena layaknya mahluk hidup lainya, jin mempunyai keinginan, memilih menjadi baik atau jahat dan yang pertama jin sendiri tidak kasat mata yang bisa dilihat gerak geriknya setiap saat. Mereka mampu tampil sebagai apa saja dan berubah menjadi siapa saja hingga kadang jin mampu meyerupai sebagai nenek, kakek, anak atau siapa saja yang sudah meninggal atau masih hidup dan dikatakan bahwa jin sangat suka bersulih wujud menjadi binatang semisal anjing hitam, lipan, kalajengking atau wujud wujud yang dipercaya sebagai mahluk mahluk diluar nalar peradaban manusia.

kisah jin tidaklah terbatas pada daerah Timur Tengah saja pada kenyataanya atau hanya ada pada masa masa lalu saja, jin ada dimana mana dengan nama dan perwujudan yang bisa saja berbeda sangat jauh antara daerah satu dengan yang lainya dan jin tinggal dalam bumi yang sama meski dalam dimensi yang berbeda dan berumur lebih panjang daripada manusia serta berkembang biak dan berjalan seiring seiring waktu.
Jin telah berjalan diatas bumi bahkan mungkin sebelum adanya manusia dan ia akan tetap berjalan sampai masa edar bumi habis dari generasi ke generasi selanjutnya berdampingan dengan manusia disadari atau tidak, diakui atau tidak, menurut pengetahuan Timur Tengah dikatakan jin diciptakan dari api yang tanpa asal dan dalam dunia modern mungkin disebut plasma.
Meskipun usia mereka sangat lama namun mereka tidaklah abadi karena itu mereka tetap bisa mati, dibunuh atau sakit, sedangkan tempat semacam padang pasir, gurun, gua, hutan, sungai adalah tempat favorit mereka.

Bagikan artikel menarik ini
About mataketiga 195 Articles
seorang penggiat blog dan penyuka dunia spiritual yang mencurahkan pemikiran dalam blog, silahkan berkomentar dan jika ingin menyebarkan artikel ini dalam web atau blog pribadi harap sertakan link sumber yaitu mataketiga.com,.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*