Sejarah Doa dan Mantra Mantra Orang Jawa

mengenal Sejarah Doa dan Mantra Mantra Orang Jawa
Sejarah Doa dan Mantra Mantra Orang Jawa yang langka diketahui

Sejarah Doa dan Mantra Mantra Orang Jawa

mengenal berbagai doa dan mantra mantra orang Jawa

Sejarah Doa dan Mantra Mantra Orang Jawa | Masyarakat modern Jawa sekarang sudah beragam dan banyak yang memeluk agama semisal Islam, Katolik, Kristen, Budha, Hindu namun apakah kita tau bahwa sejarah masyarakat Jawa kuno sangat kental dengan mistis lalu mengenal dan membuat cara cara tersendiri untuk menolak hal hal buruk, setan, hantu dan roh roh jahat serta menolak bala dengan membaca mantra mantra khusus, dan terus berkembang seiring jaman serta berkembang dalam budaya masyarakat hingga sekarang meski berubah atau mengalami perubahan sedikit ataupun banyak.

mantra/man·tra/ n 1 perkataan atau ucapan yang memiliki kekuatan gaib (misalnya dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dan sebagainya): upacara itu dimulai dengan pembacaan –; 2 susunan kata berunsur puisi (seperti rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain;
— kejahatan mantra perbuatan jahat;
— keselamatan mantra untuk menjaga diri dari bahaya;
— penawar mantra pengobatan;
— pitanggang mantra yang menyebabkan perempuan tidak suka kepada pria atau tidak menikah seumur hidup karena tidak ada laki-laki yang mencintainya;
memantrai/me·man·trai/ v mengenakan mantra pada: setelah dukun -nya, ia roboh tidak sadarkan diri.
memantrakan/me·man·tra·kan/ v membacakan mantra untuk: pedanda – abu dan tulang-tulang itu -KBBI

Dengan membakar kemenyan atau menabur bunga dan membaca mantra serta doa secara diam diam, lirih atau membacanya dalam hati sepenuh niat secara berulang ulang baik tiga kali atau tujuh kali dan hitungan lainya semua itu ditujukan agar menjaga kesakralan, kemistisan dari mantra yang dibaca sepenuh niat.

Dalam sejarah doa dan mantra mantra orang Jawa yang sering diucapkan dan digunakan waktu itu ada tiga jenis yaitu:

Mantra orang jawa kuno

1. Panulahan atau disebut juga paneluhan yaitu doa dan mantra untuk menolak kehadiran dan gangguan buruk dari pengaruh setan, hantu gentayangan, roh jahat dan kadang juga digunakan sebagai pemanggil untuk niat niat khusus kepada roh roh yang diyakini baik.

2. Jampe atau mungkin bisa disebut sebagai jampi, adalah mantra mantra khusus yang ditujukan untuk manusia, binatang tetumbuhan, hujan, mendung, angin, air dan elemen elemen alam yang dapat dirasakan dan dilihat oleh indera fisik.

3. Rajah ataupun doa doa yang berbentuk sebuah cerita tentang raja raja, pangeran dan tokoh tokoh besar, kadangpula berbentuk pantun, syair dan diyakini mampu menolak bala.
[bukan rajah yang dalam bentuk tulisan pada kulit binatang dan media lain seperti jaman sekarang, kenapa dan bagaimana nanti akan dicarikan refrensi yang kuat dalam rajah sekarang dan pemahaman jawa kuno jaman dahulu]

Bagikan artikel menarik ini
About mataketiga 205 Articles
seorang penggiat blog dan penyuka dunia spiritual yang mencurahkan pemikiran dalam blog, silahkan berkomentar dan jika ingin menyebarkan artikel ini dalam web atau blog pribadi harap sertakan link sumber yaitu mataketiga.com,.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*