Sejarah Doa dan Mantra Mantra Orang Jawa

Sejarah Doa dan Mantra Mantra Orang Jawa langka

sejarah mantra dan doa orang jawa

Sedangkan doa berikut adalah doa yang ditujukan kepada Kanun untuk memohon perlindungan dari hantu dan roh roh jahat selama melakkan perjalanan dan situasi lainya:
Kanun adalah Kanun sosok memedi udara yang berwujud menakutkan sebagai raksasa melayang layang diudara dan setiap hari memakan memedi lain sejumlah 40, orang jaman dulu mempunyai kepercayaan bahkan kanun bisa memakan 44 memedi setiap harinya.
Untungnya meskipun kanun ini seram namun tidak mengganggu manusia dan lebih terasa membantu manusia itu sendiri saat jalan di jalanan sepi dan angker maka orang orang akan memanggil nama kanun untuk menakut nakuti memedi lainya.

“Wonten Kanun sanking wetan, tinulak bali mengetan, si Kanun pangananmu apa?”
“Jim, Prayangan, Priyangan, Gendruwa, lalabane sikang Kanun neda nginum nginum shrang sambangi kurang setan luwih Kanun”

Doa tersebut dibaca lengkap sesuai arah mata angin dan isi yang sama kecuali arah mata angin yang melengkapinya yaitu utara, timur, barat, selatan ditambah dengan atas dan bawah namun dalam bahasa Jawa, itulah beberapa doa dan mantra kuno dalam mayarakat Jawa yang tentunya sekarang mungkin sudah jarang orang mengetahuinya.

 

Sejarah Doa dan Mantra Mantra Orang Jawa | Dibeberapa daerah Jawa jaman dahulu kadang kadang orang tua menambahkan aji aji semacam aji wedi, aji kaget yaitu sebuah mantra yang dimaksudkan agar anak anak tidak mudah takut dan tidak mudah dikaget kageti oleh setan, kunthianak, sawan sarab.

Ada juga yang meletakan kertas, bendera, payung kecil, dan lainya termasik sapu lidi diujung kaki sebagai senjata dan tolak roh jahat serta mahluk jahat lainya, sedangkan ada juga yang dinamakan tombak sewu yaitu penancapan uborampe semacam lombok, dlingo, bangle dan penancapanya mungkin masih bisa ditemui pada jaman sekarang ada yang mirip yaitu dimana para pawang hujan menancapkan lombok, bawang merah dan uborampe lain yang disunduk dengan lidi dan ditancapkan ke tanah dengan pembacaan doa doa khusus.
Tombak sewu tadi ditujukan untuk mengusir roh jahat, gendruwo, tektekan dan khususnya untuk melindungi wanita/ibu dari hantu hantu tersebut serta meletakan pisau kecil yang bengkok disamping wanita tersebut (kemungkinan yang hamil atauyang sedang sakit diidentifikasi gangguan roh jahat) selama 40 hari, jika tidak ada pisau maka diganti dengan pangat atau daun pandan duri.

Sekian artikel Mengenal Doa dan Mantra Orang Jawa bagian pertama dan akan dilanjutkan dengan mantra dan doa ruwatan, jampe jampe dan rajah secara berurutan karena jika ditulis dalam satu artikel akan emnjadi sangat panjang dan kemungkinan pembaca akan bosan duluan maka dibuat menjadi 4 seri semoga berkenan serta jika ada kesalahan tulis atau ucapan mohon maklumnya terimakasih. De Javansche Geestenwereld 1920. Dunia Mistik Orang Jawa.