Dialog Anak Manusia Dengan Jin Jedhing

Dialog Anak Manusia Dengan Jin Jedhing

Cahaya kemerahan membuat bayang bayang seisi ruang gedung kosong tersebut seolah olah menjadi terang warna merah menyala dan bayang bayang bergoyang goyang tak beraturan, lalu pelan pelan cahaya itu redup dan hilang dalam hitungan detik hingga suasana kembali gelap dan hening hanya ada bara dupa dan nyala kecil kemenyan… wanginya seperti darah segar.

“kraaak… kraaakkkk, krreaakakakakaka…” seolah olah ada tulang belulang patah bercampur jeritan burung gagak yang kencang dari belakangnya dan sangat dekat bahkan hembusan angin terasa hingga kulit tengkuk hingga membuat glembuk tak bisa bergerak kemana mana, hanya kepala dan leher yang dengan kaku bisa menoleh kesamping kiri dan kanan namun tak terlihat apa apa lalu dan dengan segenap sisa keberanian glembuk memberanikan diri mengajukan pertanyaan kepada siapapun yang menimbulkan suara dibelakanya itu

G : Siapa kamu… siapa kamu dan tunjukanlah wujudmu.

JJ : “Aaku! AKUUU! adalah Jin jedhing penunggu gedung ini, apa keperluanmu wahai anak manusia, apakah kamu ingin memasrahkan tubuhmu yang ginuk ginuk untuk santapan malamku!?”

Seiring ia memperkenalkan diri terasa ada gerakan gerakan angin sepoi menuju samping glembuk dan melewati tubuhnya, lalu terlihatlah sbeuah bayang bayang hitam besar berdiri menghadap glembuk dengan hanya dihias dua bola api dibagian yang sepertinya kepala. Setelah itu Glembuk menelan ludah dan terus mengumpulkan ekkuatan karena ternyata ritual cba cobanya berhasil mengahdirkan sesosok jin yang sangat suram, abstrak dan tak jelas wujudnya meksi sosok jelas tinggi besar dan baunya juga sangat apek seperti bau sarang laba laba kuno.

G : Siapa namamu tadi wahai jin seram?

JJ : Jin Jedhing, hrrrhhhhh… untuk apa kau memanggilku, apa menyerahkan tubuh ginuk ginukmu itu!

G : (gemeteran) nggak koook, aku cuma mau tanya tanya sama ngasih makanan jajan pasar ini (sambil menyodorkan jajan pasar uborampe serta membakar hio dan kemenyan lagi)

JJ : YO WISS!! nek ngono aku rapopo, diterima persembahanmu itu, sekarang apa maumu hai ginuk ginuk!

G : Begini, saya pengen nanya tentang duniamu, dan beberapa masalah yang menyangkut dengan kaum kaummu yaitu kaum jin.

JJ : oke, tak sanggupi itu, tapi malam ini sesuai persembahanmu itu kamu hanya boleh mengajukan 5 pertanyaan dan besok jika ingin lebih kamu kudu bawain saya ingkung dan gulai kambing.

Akhirnya Glembuk bisa merasa tenang dan merasa sudah mendapatkan ijin dari Jin Jedhing untuk mengajukan pertanyaan yang selama ini membuat hidupny supranatural dan spiritualnya sering terganggu, masalah uborampe diangga sesembahan glembuk tak berpikir panjang yang penting ebrhasil dulu dan dengan percaya diri mulailah glembuk memulai percakapan dengan santai dan terarah.

Dialog Anak Manusia Dengan Jin Jedhing
Pertanyaan pertama

G : Hai Jin, apa yang kamu rasakan saat manusia dengan mudah membakarmu dan dengan mudah memasukanmu dalam botol, bahkan tanpa bisa melihat wujud dan kehadiranmu yaitu kaum jin?

JJ : Hmmm, tak kusangka manusia bisa merasa seperti itu, apakah manusia berpikir bisa melukai sesuatu yang tak mereka lihat dan mereka raba bahkan jika dengan belajar melihat atau diberi kesempatan dan kemampuan melihat dan meraba wujud fisik kami apakah mereka masih sanggup membakar kami?

Bukankah itu hal yang menggelikan atau jangan jangan kaum manusia hanya membakar angan angan mereka sendiri saat itu?, lalu memasukan kami kedalam botol itu bukanlah hal yang mustahil bahkan kami bsia masuk dalam benda benda padat namun dengan tatacara khusus dan tidak semena mena setiap anak manusia dengan entengnya melakukan itu.

G : Tapi ada beberapa orang dengan kemampuan khusus mampu membakar kaummu dengan membaca bacaan bacaan pembakar khusus, bukankah itu nyata adanya?

JJ : Yang membakar kami bukan bacaan bacaan tanpa jiwa, yang bisa melukai kamu bukan hal hal yang kosong tak mempunyai daya!

G : Apakah daya yang kaumaksud tersebut?

JJ : Daya dari kemurnian hati saat mengucap dan menyabetkan benda benda fisik kepada kami dan bukan kata kata kosong atau benda benda ngawur, memangnya kami ini bebek yang bisa kalian sambit setiap seenak jidat!?.
Bahkana da hal hal tertentu yang mengharuskan manusia untuk melakukan ritual ritual doa khusus dan puasa agar mampu melukai kami dan itu belum tentu bisa emmbunuh kami yang entah kalian tega atau tidak jika melihat kami dan bersentuhan secara fisik, kecuali kalian sudah terbiasa dengan kekerasan selama di alam manusia.

G : jadi kalian tidak bisa dibakar dan tidak bisa dengan mudah dilukai oleh kami para manusia?

JJ : sudah sudah tentu saja iya tidak sembarangan, dan mari lanjutkan pertanyaan kedua.. ini istriku sudah ngirim telepati katanya digangguin genderuwo pohon nangka, kurang ajar betul!

Akhirnya Glembuk dengan berat hati melanjutkan pertanyaan kedua karena Jin Jedhing sedang gusar menerima telepati singkat dari istrinya yaitu wewe gombel, dan dengan menyalakan satu dupa lagi mulailah pertanyaan kedua diungkapkan dengan santai.

 

Bagikan artikel menarik ini

About mataketiga 195 Articles
seorang penggiat blog dan penyuka dunia spiritual yang mencurahkan pemikiran dalam blog, silahkan berkomentar dan jika ingin menyebarkan artikel ini dalam web atau blog pribadi harap sertakan link sumber yaitu mataketiga.com,.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*