dialog anak manusia dengan jin jedhing

dialog anak manusia dengan jin jedhing

Pertanyaan kelima alias terakhir dalam artikel Dialog Anak Manusia Dengan Jin Jedhing

G : Pertanyaan terakhir dan paling penting, siapakah jodohku hai Jin Jedhing?

JJ : ooooo, kalau itu aku tidak tau dan tidak ada yang tau siapa jodoh, kematian dan rejeki sebab smeuanya sudah dalam aturan alamNya, termasuk aku dan kaum kaum Jin lainya.

G : jadi tidak ada yang bisa tau?

JJ : tidak ada kecuali berusaha dan mengikuti alur yang sudah ada, kalaus ekedar tanda tanda mungkina da yang bisa membaca dan menerka tapi melihat dengan jelas siapa…. itu kami tak bisa menjawabnya.

G : ya sudah cukup sekian dulu kecapaian nih, ngantuk… terimakasih sudah mau datang… dan besok akan saya undang lagi jika ada waktu luang.

Tiba tiba Glembuk tersadar sedang tersandar tembok sudut gedung tua, matanya berat seolah olah sudah tertidur lama sekali dan sisa bekas pembakaran dupa serta kemenyan maish menyisakan sedikit asap putih samar samar tertimpa sinar bulan dari sela sela genting pecah dan melorot. Ia bertanya tanya apakah aku tertidur dan apakah nyata kejadian bertemu Jin Jedhing tadi, sambil terheran ia memasukan tangan dalam saku jaket tempat menyimpan kemenyan dan ternyata tidak ada lagi. Dialog Anak Manusia Dengan Jin Jedhing

-percakapan ini hanya imajinatif belaka namun jika bisa dipetih hal positifnya maka syukur dan jika ndak bisa memetik ya sudah terserah pembaca yang budiman dan budiwati.