mewarisi ilmu keturunan leluhur

cara menggunakan ilmu titisan

cara menggunakan ilmu titisan

Jenis jenis tatacara pengaksesan ilmu supranatural dan spiritual leluhur

1. Jenis yang pertama adalah dengan tatacara mendatangi petilasan dari seseorang yang dianggap leluhur (bisa juga orang sakti) dan melakukan ritual ritual semacam samadi khusus diareal petilasan tersebut, tentunya dengan niatan menggali atau mengambil ilmu yang ditinggalkan dari alamarhum. Jenis ini banyak dilakukan karena diyakini mudah dan cepat dalam prosesnya akan tetapi sebenarnya tidak begitu juga, seperti yang ditulis diatas tadi banyak syarat akan masuknya ilmu dari leluhur tersebut dan bukan hanya beradasar darah turun atau ritual dan ubo rampe saja, namun banyak hal semisal kesiapan mental, laku hidup, ritual khusus, dan berbagai hal lainya.

2. Jenis kedua dengan melakukan samadi, meditasi khusus dan mendoakan serta mengirimnya kepada leluhur leluhurnya tanpa niatan khusus, hal yang seperti ini memang terkesan lama dalam prosesnya dan banyak seklai yang harus dilalui dan dikenali namun hasilnya lebih matang daripada jenis pertama. Meski begitu tidak hanya melakukan meditasi atau samadi dan mengirim doa saja akan tetapi membutuhkan bimbingan, serta ritual ritual tersendiri serta doa doa khusus yang diberikan oleh pembimbing kepada murid ajarnya.
Jadi hal seperti ini tidak bsa dilakukan asal ada niat dan nekat saja sebab dalam dunia spiritual dan supranatural banyak gangguan yang seolah olah sebuah kebenaran dan akhir tujuan, padahal hanya gangguan dan sesuatu yang membuat pelaku menjauh dari proses sebenarnya.

3. Jenis ketiga adalah jenis yang dengan cara cepat dan cenderung instan, akan tetapi prosesnya membutuhkan seseorang yang berilmu tinggi dan mampu menjembatani dan menyelaraskan ilmu dan energi milik leluhur dengan seseorang yang ingin menguasainya. Proses ini mempunyai dampak dampak yangs angat banyak ketika seseorang yang menjembatani tersbeut ternyata tidak mumpuni dan orang yang ingin mengakses ilmu leluhur juga belum siap, alih alih menemu ilmu malah bisa bisa terbawa ilmu atau halusinasi.
Maka itu dibutuhkan seseorang yang benar benar mumpuni dan mengenal dunia spiritual dan supranatural secara mendalam hingga mampu mengetahui leluhur dimaksud secara jelas, serta mampu menyiapkan wadah seseorang agar sesuai dan mampu membimbingnya setelah berhasil mengakses/menggali keilmuan leluhur tersebut agar bsia dikontrol dan digunakan semestinya.

4. Jenis keempata dalah jenis yang langka namun masih banyak terjadi yaitu ketika seseorang menerima hidup, menahan dan mengendalikan nafsu serta berbakti pada orang tua, selalu emndoakan leluhur dan tidak memiliki keinginan dalam supranatural. Kenapa bisa malah yang seperti ini mampu diikuti atau emndapatkan penurunan ilmu leluhur adalah karena spiritualnya matang, jalan hidupnya bersih dan tentu saja bukan hanya ilmu leluhur malah akdang mendapatkan ilmu ilmu yang bukan dari leluhur namun sesuai dengan energi dan laku hidup pemegang ilmu sebelumnya.

5. Jenis kelima atau jenis terakhir ini juga langka dan alah lebih langka dari jenis ke4, penurunan dan pengaksesan ilmu leluhur benar benar didapatkan dari kejadian kejadian supranatural semisal salah satunya adalah ketika sukma seseorang dibawa oleh ilmu dari leluhur tersebut atau bsia juga dibawa dan diajarkan oleh khodam, sukma, energi dari leluhur itu sendiri secara langsung namun di alam gaib. Hal tersbeut akdang dilakukan dan diduplikasi oleh para praktisi praktisi dengan proses rogo sukmo dengan level yang tinggi hingga mampu menembus batasan batasan tertentu, dan jika seseorang mengalami ini dan “diajarkan” secara langsung maka dalam 3 atau bahkan 1 hari sudah mampu menguasai ilmu lelauhur secara gamblang baik dari nama, jenis, sifat, tatacara dan ritual yang benar benar mirip dengan ilmu ilmu kuno yang ditinggalkan oleh leluhur.