Belajar Ilmu Supranatural dan Spiritual

menentukan pilihan dalam belajar pada satu perguruan

 

Belajar Ilmu | Kali ini akan menuliskan tentang dampak dari belajar keilmuan dari banyak aliran (jenis) secara tidak mendalam atau istilahnya baru belajar dasar lalu berpindah ke padepokan atau guru lain, apakah itu tidak boleh, tidak baik atau kenapa harus dibahas dalam artikel khusus tentang dampak dampaknya?

Sebelumnya artikel ini harap dimaklumi bukan untuk memojokkan para pencari ilmu dan yang mempunyai banyak jenis keilmuan secara acak atau hanya untuk pengetahuan saja sebab artikel ini ditujukan bagi mereka yang sedang ingin memulai belajar tentang spiritual, supranatural maupun mencari guru, padepokan dan sebagainya. Sebenarnya tidak ada yang melarang belajar secara bersamaan diberbagai jenis keilmuan dan beberapa guru sekaligus sebab semua dampak dan hasil pelajar itulah yang akan menuainya, bukan guru guru atau padepokan padepokan tempat pelajar menimba ilmu tersebut.

Namun menurut pengalaman dan pengamatan mataketiga.com tentang banyaknya menangani klien dan teman teman dalam bidang supranatural selama ini ternyata memberikan masukan berharga tentang belajar secara acak atau secara fokus, salah satu yang seringkali menemui adalah ketika ada seorang yang mengaku sudah belajar keilmuan sampai kemana mana dan bertahun tahun untuk membuka mata ketiga (trawangan) namun tidak kunjung berhasil. Alih alih berhasil malah orang tersebut mendapati kebosanan dan tak jarang juga terkena tipu muslihat praktisi praktisi palsu yang hanya mengincar uang imbal jasa pengajaranya, serta tak jarang pula malah ada yang menjadi ketempelan mahluk mahluk negatif karena seringnya diisi secara acak oleh banyak praktisi, guru atau padepokan secara bergantian demi mencapai ilmu trawangan tersebut.
Kasus diatas adalah salah satu contoh dampaknya ketika seorang pelajar belajar secara acak dan berbarengan tanpa perhitungan matang kepada siapa, bagaimana pengajaran dan hasil apa yang didapat setelahnya sebab ketiga hal itu sangatlah penting saat seseorang belajar keilmuan kepada guru/praktisi yang tentunya juga berkompeten dalam bidangnya.

Kembali pada pokok bahasan bahwasanya belajar secara acak dan bersamaan memberikan dampak yang kurang baik jika seorang pelajar tidak kuat mental, fisik maupun hanya terbawa arus dan tidak tau menau hasil apa yang sedang dituju.

Kekurangan belajar secara acak

Kekuranganya adalah dimana ketika kita belajar secara acak kepada banyak guru atau berbagai padepokan sekaligus adalah kita tidak akan bisa menyelami pengajaran satu persatu secara matang, sebab jika kita belajar secara acak maka otak manusia yang terpakai terbatas ini tidak bisa mengolah luasnya ilmu yang disampaikan oleh guru-guru tersebut, atau tidak jarang malah semua hanya menjadi pengetahuan semu saja tanpa bisa memahami secara paten pengajaran satu persatu guru, padepokan dan keilmuannya.

 

Dampak negatif belajar ilmu secara acak

Dampak negatifnya adalah jika seorang pelajar tidak kuat maka akan terganggu pola pikir dan pola hidupnya secara perlahan atau cepat tergantung ilmu dan berapa banyak yang ia kelola dalam satu waktu seketika, kecenderungannya selain ilmu yang seharusnya berguna hanya akan menjadi pengetahuan teori saja setelahnya adalah bisa saja menjadikan pelajar terbelenggu impiannya sendiri atau fantasinya.

Seseorang yang tidak kuat belajar bersamaan dan banyak guru sekaligus bisa saja terserang halusinasi sendiri seolah olah sudah menguasai semuanya namun sebenarnya tidak sebab itu semua hanya teori dan angan angan belaka, dari sini akan banyak turunan dampak negatif lainya termasuk berubahnya kehidupan secara perlahan tapi jelas dan jika tempat ia belajar benar benar punya guru guru yang mumpuni tentunya itu lebih berbahaya jika seorang pelajar tidak kuat menampung semua ilmu tersebut.
Bisa saja ia menjadi stress, suwung (sering bengong sendiri) atau paling parah harus masuk rumah sakit gembira/rumah sakit jiwa karena mentalnya terganggu dan bisa saja ilmunya tersebut menggerogoti kehidupan pelajar yang tidak kuat tersebut atau jika pelajar tadi diisi dengan energi, mahluk gaib maka akan membuat langkah hidupnya berat dalam berbagai hal seperti yang pernah mataketiga.com di artikel artikel yang lalu. -baca juga artikel dampak belajar secara acak-

mencari guru spiritual/supranatural
harga dalam belajar keilmuan spiritual/supranatural

 

belajar ilmu

Lalu bagaimana belajar supranatural dan spiritual yang baik dan tepat guna bagi kehidupan nyata dan seputarnya?

Jika pembaca baru akan melangkah dalam dunia supranatural dan spiritual secara serius atau ingin mengenal untuk pengetahuan maka sebaiknya belajarlah kepada satu guru, padepokan atau jenis keilmuan terlebih dahulu secara matang, dalam belajar ini tidaklah harus menjadi master atau menjadi guru juga akan tetapi cukuplah benar benar memahami dan mampu mengolah ilmu dari satu guru tersebut secara pasti.

Sebab satu jenis keilmuan dari satu guru akan menjadi dasar yang baik dan tolak ukur bagi keilmuan lainya yang nantinya dipelajari setelahnya, sebab dengan sudah memahami dan mampu mengolah dan memberdayakan satu jenis ilmu tentunya supranatural dan spiritualnya juga sudah mulai matang/berkembang baik dan daya nalar serta penilaian peda pengajran lain juga bisa lebih matang dan jernih. Berbeda jika belajar secara acak dan bersamaan pada banyak sumber/guru maka belum matang pada satu ilmu sudah ditimpa ilmu lain dan pengajaran yang berbeda beda, nantinya bisa membuat penilaian dan pengolahan ilmu lain akan menjadi kurang matang dan cenderung angin anginan dalam mendalaminya.

Bagaimana jika sudah terlanjur belajar dengan berbagai macam jenis keilmuan dan banyak guru (sumber)?

Tentunya menurut mataketiga sendiri dan melihat dari dampak negatif yang menyertai semua itu maka seorang pelajar harus memilah dan memilih kepada siapa kan belajar, mengabdikan waktu untuk menimba ilmu sebab ilmu meski diberikan gratis dari guru kepada muris tetap menuai biaya yaitu waktu dan kehidupan masa depan nantinya.
Namun jika dirasa mampu ya silahkan saja sebab keputusan ada ditangan pelajar itu sendiri dan dampak positif maupun negatifnya juga yang akan menuai dan merasakan adalah pelajar itu sendiri, bukan guru, teman, atau mataketiga.com.

Jadi setelah membaca artikel ini semoga bisa memberikan sedikit banyak pengetahuan bagaimana mencari ilmu dan bagaimana mengolahnya, sebab ilmulah yang akan menjadi salah satu tonggak kehidupan baik segi sosial, spiritual maupun dalam hal hal lainya.

Sekian artikel singkat ini ditulis berdasar pengalaman dan pengamatan pribadi mataketiga dalam menghadapi klien dan sewaktu mendapat wejangan dari guru spiritual saat masih nyantrik dahulu, jika ingin konsultasi silahkan kirim email ke thejalak@gmail.com namun jika ingin menggunakan jasa sketsa khodam, sketsa energi keilmuan atau hal hal jasa supranatural dan spiritual bisa menghubungi whatsapp 085655910598.

Belajar Ilmu