menggali keilmuan supranatural

Pencapaian tahap ini memang tidak mudah kaena seseorang harus bisa menguasai dua hal sebelumya yaitu eksadaran dalam laku, dan kepasrahan dalam laku barulah bisa menuju keselarasan antara omongan dan tindakan atau lebih dalam lagi bersatunya antara hati dengan otak dan saling mengisi secara berimbang.

Nah itulah ketiga hal yang selama ini mataketiga pahami dan pelajari secara mendasar dan tentunya dengan latihan yang juga tidak sebentar, terus apakah jika sudah bisa menguasai itu smeua maka kita tidak perlu latihan atau belajar dengan cara cara tradisional ataupun modern saat ini?
Tentu saja tetap dibutuhkan belajar dan memahami berbagai macam teori dan pengajran dari guru yang berkompeten dan dipercaya, sebab jika hanya mengandalkan kepasarahan saja tanpa belajar maka yang didapat adalah kebingungan akan hasil dan jika hanya berdasar yakin maka yang didapat bisa saja tidak benar benar dikuasai kecuali keyakinan sendiri namun bila berdasar keselarasan hati dan laku maka seseorang harus mempunyai kesadaran, kepasarahan dan tentunya seorang pembimbing atau guru untuk mengenali apa yang muncul dari dalam diri.

ad | Jasa sketsa pola energi dan keilmuan, akurat, informatif hanya 200.000

Ketika seseorang telah berhasil selalu jujur pada hatinya maka hatinyapun akan jujur kepada diri seseorang tersebut tentang apa yang terpendam dalam dirinya, tentang apa yang dilihat, dirasakan dan didengar oleh hati seseorang yang tak bisa terjamah ketika masih banyak nafsu, penolakan dan ketidak seimbangan dalam laku kehidupan.
Dari situ maka muncullah potensi potensi dalam diri yang terpendam, segala ilmu bawaan atau turunan atau ilmu yang berasal dari alam, namun dengan itu bukanlah menjadi akhir dari sebuah pengajaran sebab disitulah awal mula seseorang belajar tentang supranatural sesungguhnya dan dari situ jugalah seseorang akan menemui babak baru dalam pengendalian nafsu, keinginan, dan kepasrahan atas kelebihan yang dikenalkan olehNya dalam berbagai manifestasinya. menggali keilmuan supranatural

ilmu tak sepenuhnya benar jika dikatakan sangat membutuhkan keyakinan dari yang melakukan atau yang menjadi target, jika itu beul betul ilmu maka ia akan sampai dan terjadi sesuai fungsinya.